Kampung Inggris, Kampung Tempat Belajar Bahasa Asing yang Mendunia

Kampung Inggris, Kampung Tempat Belajar Bahasa Asing yang Mendunia

Nama Kampung Inggris rasanya tidak asing lagi di telinga kita. Kampung tempat belajar bahasa yang terletak di Kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur, tak hanya beken di Indonesia. Kampung ini sudah mendunia. Itu karena alumnusnya tersebar hampir di semua mancanegara. Mereka menjadi TKI, mahasiswa, pelajar, diplomat, hingga pejabat.

Memasuki Kampung Inggris di Desa Tulungrejo dan Desa Singgahan, Kecamatan Pare, Kediri, jangan membayangkan banyak bule atau turis asing berseliweran seperti kota-kota wisata Kuta, Yogyakarta, atau kota turis lainnya.

Pemandangan di sepanjang Jalan Brawijaya, Jalan Kemuning, Jalan Anyelir, dan sekitarnya yang dikenal sebagai Kampung Inggris justru didominasi pengendara sepeda pancal, deretan warung khas Indonesia yang menyediakan aneka menu; ada juga kafe, deretan toko, warung internet, dan yang paling dominan adalah lembaga kursus bahasa Inggris.

Di kampung ini, fasilitasnya juga lengkap. Kita dengan mudah menemukan deretan ATM aneka bank, jasa laundry, dan jasa lainnya seperti tour and travel serta rumah kos murah.

Mereka yang kursus bahasa Inggris berasal dari luar Pare, mulai dari Aceh sampai Papua. Makanya, mereka perlu tempat kos. Karena itu pula warga membuka jasa kos-kosan.

“Hampir tidak ada rumah yang tidak di kos-kan. Bahkan lahan kosong dipermak jadi tempat kursus, warung, kafe dan disewakan tempat lainnya seperti pertokoan dan perbankan,” ujar Mery yang memiliki 10 kamar kos.

Masing-masing kamar dihuni empat orang. Pendeknya, meski Pare hanya sebuah kecamatan tapi berkat Kampung Inggris-nya, semua kebutuhan mereka yang kos di Pare tersedia. Jadilah kota Kecamatan Pare yang mini tapi super lengkap.

Menjelang malam, Pare tetap ‘hidup’. Hampir semua warung dan kafe diserbu para pendatang yang memang kos di sekitar Kampung Inggris. “Wah, kalau malam ramainya minta ampun,” tambah Mery.

Makanan di warung pun harganya super murah. Dengan mengeluarkan uang Rp5.000 kita sudah dapat seporsi nasi pecel, bakso, atau soto plus minum air putih.

Bagitu juga tempat kos. Tinggal pilih, ada yang kos di ‘English Area’ yang mewajibkan penghuninya berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan diawasi tutor. Biaya kosnya cukup terjangkau, antara Rp250 ribu sampai Rp400 ribu per bulan per kepala.

Ada juga kos yang bertarif sekitar Rp200 ribu per bulan. Kamar kos ini tidak diwajibkan pakai bahasa Inggris saat berkomunikasi.

Bahkan, untuk kursus di Basic English Course (BEC) yang didirikan oleh Mr. Kalend, lembaga pelopor kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris, hanya dipungut biaya Rp200 ribu per bulan. “Ongkos pendaftarannya pun hanya Rp500 ribu. Itu sudah termasuk bayar iuran satu bulan kursus,” kata Syasa, petugas penerima pendaftaran BEC.

Untuk alat transportasi di sekitar Kampung Inggris, mereka umumnya menggunakan sepeda.

“Sepeda bisa disewa dengan harga murah, rata-rata Rp80 ribu per bulan. Mereka yang kos di sini (Kampung Inggris) alat transportasinya menuju tempat les maupun kegiatan keseharian ya pakai sepeda pancal,” tutur Mery, salah satu pemilik rumah kos di Kampung Inggris.

380 total views, 2 views today

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0