Jangan Lagi Menuduh Prof. Quraish Syihab sebagai Syiah

Jangan Lagi Menuduh Prof. Quraish Syihab sebagai Syiah

Prof. Quraish Shihab dikenal sebagai pakar tafsir di Indonesia. Salah satu karya monumentalnya bernama Tafsir Al-Mishbah. Kalau secara bahasa sih, Al-Mishbah berarti ‘lentera’. Mungkin agar hati para pembacanya menjadi terang seperti lentera.

Akhir-akhir ini, profesor jebolan Universitas Al-Azhar Kairo itu sering dituduh Syiah. Namun tuduhan-tuduhan miring itu telah diklarifikasi olehnya.

Mungkin mereka yang menuduh itu belum pernah baca Al-Mishbah-nya Pak Quraish kali, ya? Jadi hatinya peteng (gelap). Nih, saya punya 5 bukti kalau beliau itu bukan Syiah. Perhatikan baik-baik, ya!

1. Tuduhan Itu Bersifat Politis

“Labelisasi Syiah terhadap Pak Quraish Shihab bukan hal baru. Kita bisa lihat, pada tahun 1997 beliau diangkat sebagai Menag di Kabinet Soeharto, tudingan Syiah pun santer sekali pada waktu itu,” seperti disampaikan Dr. Muchlis Hanafi dalam kompasislam.com.

Tudingan Syiah yang disematkan ke beliau santer kembali pada Pilpres 2014 lalu. Pasalnya, saya lihat beliau mendukung salah satu kandidat capres tertentu. Menurut saya sih wajar sajalah dukung-mendukung itu. Daripada golput?

Nah, sangat jelas ada kepentingan-kepentingan politis tertentu atas labelisasi Syiah kepada beliau. Makanya, hati-hati ya melabeli orang! MUI memberi lebel makanan saja hati-hati, apalagi memberikan lebel orang!

2. Tidak Pernah Mencaci Maki Sahabat

Saya sudah membaca beberapa buku Pak Quraish, dan bahkan mengoleksinya. Memang betul, beliau sering mengutip beberapa pendapat tokoh Syiah, seperti Thabathabai, bahkan tokoh Muktazilah.

Namun, saya belum pernah menemukan pernyataan-pernyataan beliau yang mengecilkan sahabat dalam bukunya.

Kalau Syiah tulen, sepertinya berdosa gimana gitu kalau tidak memaki sahabat tertentu, khususnya Khulafa Rasyidin. Nah, kalau Pak Quraish mah, gak pernah kok mencaci maki sahabat. Percaya deh sama ana, akhi dan ukhti!

3. Tidak Melakukan Ritual Ala Syiah

Salah satu keyakinan Syiah adalah mempercayai konsep imamah, yaitu sebuah keyakinan yang menyatakan bahwa Allah Swt. melalui Nabi Saw. telah mengangkat orang-orang  yang memiliki kualitas tinggi untuk menjadi pemimpin umat setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw, sebagaimana dikutip dari alhassanain.com.

Dalam wawancara dengan Harian Republika, Pak Quraish juga menyatakan bahwa beliau tidak pernah shalat di batu karbala dan menangguhkan buka puasa selama 10 hingga 15 menit dalam bulan Ramadan. Kalau masih tidak percaya juga, coba deh diselidiki sendiri.

4. Mencintai Ahlulbait Belum Tentu Syiah

Mungkin kalian perlu tahu juga beberapa lembaga Syiah terbesar di Indonesia, seperti ICC, YAPI Bangil, IJABI, ABI, dan OASE.

Mungkin kalian perlu juga baca 5 lembaga tersebut dalam versi lengkapnya di sini. Nah, akhi dan ukhti fillah, kalian semua perlu tahu juga bahwa yang identik dengan Ahlulbait itu tidak mesti Syiah.

Emang apa sih Ahlulbait itu? Ahlulbait itu adalah semua anak cucu Nabi Muhammad. Beliau punya anak bernama Fatimah yang dinikahi oleh Sahabat Ali. Kemudian, Fatimah melahirkan Sayyidina Hasan dan Husein.

Baca juga:  Ini 5 Fakta Tak Terbantahkan Kalau Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub Bukan Wahabi

Nah, keturunan Ahlulbait ini dinisbatkan dari keduanya. Sehingga di Indonesia terdapat banyak marga yang bersambung nasabnya dengan Hasan dan Husein. Sebut saja misalnya Assegaf, Yahya, Al-Kâf, dan termasuk Shihab.

Nama Pak Quraish belakangnya ada kata Shihab kan? Berarti beliau masih keturunan Rasulullah. Apakah salah kalau kita mencintai Ahlulbait? Tentu tidak, dong!

5. Sosok Moderat yang Difitnah

Menurut saya, Pak Quraish itu adalah sosok ulama akademis yang moderat. Ciri-ciri ulama moderat itu mudah kita identifikasi. Apa coba, tahu gak? Ulama yang menjadikan agama itu sebagai pemerasatu umat, bukan sebagai alat kepentingan popularitas pribadi, apalagi golongan tertentu.

Nah, itu namanya ulama moderat. Saya sarankan kalian harus selektif dalam memilih-milih pendapat ulama, apalagi jika kalian hanya mengutip atau membaca dari Mbah Google.

Beliau menulis buku Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah? untuk tujuan memperasatukan umat yang saat ini sedang terkena sindrom fanatisme mazhab, bukan berarti beliau Syiah. Pahami baik-baik, ya akhi, ukhti fillah!

Sumber: Datdut.com

249 total views, 3 views today

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0