Berwisata ke Pusat Pembuatan Kain Tenun Ikat Bandar Kidul, Kediri

Berwisata ke Pusat Pembuatan Kain Tenun Ikat Bandar Kidul, Kediri

Kain Tenun Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kediri, tampaknya cukup terkenal dikalangan para penggemar produk kain tenun tradisional. Kain ini diproduksi secara tradisional menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Sentra pabrik kain tenun Kediri berlokasi di Jl. Kyai Haji Agus Salim, Kediri.

Sebagaimana di tempat lainnya di tanah air, usaha rakyat kecil dan menengah Kain Tenun Bandar Kidul ini merupakan usaha kerajinan masyarakat Kediri yang telah ditekuni oleh para pengrajinnya secara turun temurun sejak sebelum jaman kemerdekaan. Hanya saja perlu usaha untuk terus meningkatkan mutu dan keluaran produksinya.

Tembok bata dan pilar-pilar telanjang ini memagari ruangan sederhana yang digunakan sebagai tempat pembuatan kain tenun Bandar Kidul, dengan pintu masuk terlihat berada di sebelah kiri. Tak ada penjaga atau penerima tamu, sehingga sambil mengucap salam dan permisi kami masuk ke dalam ruangan.

Ruangan kerja pabrik Kain Tenun Bandar Kidul itu terasa agak remang, meskipun ada penerangan listrik dan jendela yang terbuka. Di dalamnya kami melihat deretan alat-alat tenun dan orang-orang yang tengah sibuk bekerja. Tidak ada yang merasa terganggu ketika kami masuk dan berjalan berkeliling di dalam ruangan seluas sekitar 100 m2 itu.

Tampak terpasang pada sebuah alat tenun tradisional adaalah satu corak kain tenun Bandar Kidul yang masih dalam tahap pengerjaan. Di tempat yang kami kunjungi ini, para pengrajinnya kebanyakan adalah laki-laki dewasa. Namun ada juga seorang pengrajin tenun wanita yang bekerja agak di sudut ruangan.

Alat kayu pembuat kain tenun Bandar Kidul berderet dalam jarak yang cukup radat di ruangan yang terlihat sederhana dan kurang representatif ini. Entah sampai kapan industri Kain Tenun Bandar Kidul ini bisa bertahan menghadapi serbuan kain tenun yang dibuat secara massal yang harganya bisa lebih murah.

Baiknya perlu dipikirkan oleh para peneliti di pemerintahan maupun di perguruan tinggi, agar alat tenun tradisional yang digunakan para pengrajin Kain Tenun Bandar Kidul ini bisa lebih produktif dan hasilnya pun bisa lebih berkualitas dan terjaga konsistensinya, sehingga bisa terus bertahan hidup.

Seorang pria tengah sibuk bekerja pada sebuah alat tenun di bengkel Kain Tenun Bandar Kidul. Tangan dan kakinya tak henti-hentinya bekerja secara ritmik dan terampil, menghasilkan suara tumbukan antar papan yang gaungnya bersahut-sahutan dengan bunyi alat tenun lainnya.

Deretan benang tertata rapi terlihat di bagian belakang alat pembuat kain tenun, yang meskipun terlihat sederhana, namun pengaturannya cukup rumit. Motif kain tenun Bandar kidul ini bermacam-macam, misalnya ada motif anggrek, kentang – kentang, mawar, tirta, serta motif parang rusak.

Kain Tenun Bandar Kidul dari bahan katun saat itu dijual dengan harga Rp.45 ribu per meter, sedangkan yang dari bahan semi sutra dijual dengan harga sekitar Rp.75 ribu per meter, dan yang dari bahan kain sutera dijual seharga Rp.100 ribu per meter. Sedangkan untuk Kain Tenun Bandar Kidul untuk bahan sarung dijual sekitar Rp.125 ribu per potong.

Selain dibeli oleh masyarakat Kediri sendiri, Kain Tenun Bandar Kidul kabarnya juga digemari oleh para pembeli dari kota-kota lain di Jawa Timur, dan bahkan sampai ke sejumlah daerah di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan negeri tetangga. Semoga saja mereka bisa terus bertahan dan meningkatkan daya saing serta mutunya.

Pusat Kerajinan Kain Tenun Kediri

Alamat : Desa Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kediri, Jawa Timur. Lokasi GPS : -7.82927, 112.00083, Waze.

Sumber: TheAroengBinangProject

583 total views, 3 views today

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0